Nov 27 2007

Paralayang, episode III: semua tentang lepas landas

Published by yori under Hobbies

Siap Take offSeorang pilot yang ingin lepas landas, wajib memeriksa peralatan dan kelengkapannya. ~Di sini harus serius…..:!: Pemeriksaan peralatan dimulai dari parasut. Biasanya parasut dibentangkan di tanah dan diperiksa kelayakannya. tali-tali yang terikat pada parasut di urai satu persatu supaya nggak ada yang saling melilit.Terus beralih kepada carabiner tempat mengaitkan tali-tali parasut dan harness. Kemudian Harnessnya sendiri, ~karena di sinilah nantinya kita duduk-duduk santai dalam penerbangan kita:grin:~ harus dalam kondisi prima. Kalau tidak layak, di sinilah tempat duduk-duduk yang palin santai sambil menunggu ajal. :shock: Mengerikan… Ya, karena kita bergantung dalam posisi duduk, harness yang tidak aman bisa menjepit bagian tubuh atau jalan darah kita, sehingga anggota tubuh kita bisa terasa kebas. Ini bisa mengakibatkan koordinasi gerak tubuh kita tidak baik, sehingga kita gugup. Gugup itu musuh nomor satu dari semua bidang kegiata sejenis ini.

Continue Reading »

2 responses so far

Nov 26 2007

Paralayang, Episode II: Lepas landas!!!

Published by yori under Hobbies

Masih dari puncak gunung Batu. Matahari semakin tinggi, udara mulai terasa hangat dan sebentar lagi kami akan take off~ternyata padanan katanya di bahasa Indonesia adalah lepas landas.~ Oh ya, supaya tidak keliru, saya jelaskan lebih dulu kalau paralayang itu sama dengan paragliding. Paragliding itu adalah bahasa asing yang menjadi paralayang ketika sudah diterjemahkan ke bahasa kita. Ada satu lagi, olahraga dirgantara yang menggunakan alat yang mirip dengan layang-layang yang berbentuk segitiga; oleh kita olahraga itu dinamakan gantole. Bahasa Inggrisnya Hanggliding.8-)

Dunia olahraga paralayang, ternyata banyak menggunakan istilah-istilah dunia penerbangan. Contohnya, ya itu tadi, Take off, Landing, Turbulence, Pilot, Cockpit Crew, Cabin Crew, …:?:…:???:..:?:….. Eh, gak benar deng. Paralayang kan nggak punya kokpit dan kabin. Olah raga paralayang sangat berbeda dengan olah raga terjun payung. Pada olahraga terjun payung, penggiatnya disebut penerjun. Sedangkan pada paralayang disebut pilot. wah…wah… :grin: Penggiat olahraga paralayang punya sebutan yang lebih bergengsi ya….:mgreen: Hebat….. Itu sebabnya penggiat olahraga paralayang punya wajah yang kelihatan lebih cerdas dibanding wajah-wajah penerjun.

No responses yet

Nov 26 2007

Paralayang, Episode I: Nyoba Paralayang? Kenapa nggak.

Published by yori under Hobbies

Beberapa waktu yang lalu saya berada di kota Batu, Malang. Yah itu juga dapat jalan-jalan gratis karena menang kuis sms dari Simpati Telkomsel.:mgreen: Nama eventnya, Challenge Zone 2006. Saya adalah salah satu dari lima belas orang yang beruntung di antara tak kurang dari sekitar dua ratus ribu orang yang mengikuti kuis sms Challenge Zone tersebut. Kelimabelas peserta itu terdiri dari masing-masing satu orang berasal dari Padang, Serang, Bogor, Bandung, Lumajang, Probolinggo, lima orang dari DKI Jakarta dan empat sisanya dari Surabaya.:lol: Meskipun datang dari latar belakang yang berbeda –tapi tetap kebanyakan anak-anak Pe’a’–, suasana pertemuan pertama kalinya langsung menjadi riuh dan ramai –tapi tidak gaduh sampai mengaduh–.

Pada Challenge Zone 2006 sendiri terdapat tiga tantangan menarik, di tiga lokasi berbeda. Pertama, Arung Jeram di sungai Pekalen, Probolinggo. Jeeping di lautan pasir gunung Bromo menjadi tantangan kedua (ssst…..:neutral: tempat syuting film pasir berbisik nih…:neutral:) dan mencoba paralayang di Batu, Malang. Dari ketiganya, semua peserta memutuskan dengan suara bulat bahwa paralayang adalah tantangan yang paling seru!:!:

Continue Reading »

No responses yet

Nov 06 2007

Home Sweet Home

Published by yori under Home Criteria

Mau nyari rumah di Jakarta?

Waduh… Harus selektip tuh. Pertama, karena tuh rumah akan jadi "Sentral aktivitas kita" di Ibukota negara Kesatuan Republik Indonesia ini nih (ck..ck.. ck… patriotik banget ya….8-) ) Ya dong, harus gitu. Rumah adalah starting point kita untuk memulai aktifitas kita sehari-hari. Dan, Lingkungannya menjadi sasaran interaksi sosial yang terdekat dengan kita. Jadi jangan sampai beli kucing dalam karung. Kita harus punya kriteria yang cukup untuk menentukan layak tidaknya sebuah rumah untuk kita akuisisi (sekali lagi….8-) ).

Guwe, punya kriteria rumah idaman seperti ini nih…:

Continue Reading »

No responses yet

Nov 06 2007

Ralat Jati diri, bukan ~Jadi Diri Gw~

Published by yori under Tulisan Paling Yahud

Hallo dunia!!!:mgreen: Sekarang saya mau meralat dulu tulisan tentang diri saya sebelumnya. Setelah saya berpikir bahwa Blog ini bisa saja dibaca oleh siapa saja dan dari mana saja, saya berpikir sudah selayaknya saya menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Karena, bahasa Indonesia adalah identitas resmi bangsa kita ini.8-) Dan saya juga ingin turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan berbahasa.;)Itu sebabnya saya mengganti kata "Guwe, Gw, Gue atau Gua" menjadi kata "saya". Lebih nasionalis. Jadi, kalau ada Bule, Londo atau bangsa asing yang mau belajar bahasa kita, mereka tidak terlalu pusing dengan banyaknya kata ganti orang pertama tunggal yang ada pada bahasa kita. Betul? Ingat Sumpah Pemuda. …..Berbahasa satu, Bahasa Indonesia…..

Selanjutnya, saya mencoba untuk konsisten menggunakan kata "kami", bukan "kita" untuk kata ganti orang pertama jamak………:shock:….. (eh, ada yang bisa ngerti nggak ya?) Oooh…..biar mudah, begini saja. Kita ambil contoh, Bedu dan Rohim berjalan menuju ke Taman Safari. Di tengah jalan mereka berpapasan dengan Adul. Rohim berkata kepada Adul, "Eh Dul, kita-kita mau pergi ke taman Safari nih.":!: hm….ini yang salah. Seharusnya Rohim menggunakan kata "kami".

Gw neh

Sejujurnya, saya tidak punya sifat seserius ini atau sok serius. Bahasa saya jadi begini karena pengaruh foto saya. Apalagi dalam kehidupan nyatanya, saya ini tidak pernah serius. Ya, iyalah. kalau serius, kuliahnya tak perlu sampai sembilan tahun.:???: Ya Tuhan bantu diriku untuk bisa tetap fokus.

Kalau sedang bicara serius, saya bisa kelihatan seperti di foto itu.8-) Ya, serius dan kaku seperti angka satu. Memang, saya pernah menyandang gelar "si Raja Kaku", tapi sekarang gelar itu sudah dirampas oleh teman seperjuangan saya. Akbal namanya (nama samaran-red), Kebal panggilannya. dipanggil kebal bukan tanpa alasan. Bukan pula karena dia punya ilmu kebal. Dia mendapat gelar kehormatannya itu karena di kebal ledekan.:grin: Di hari yang sama dia juga menyabet gelar si Raja Kaku.:grin:

Continue Reading »

No responses yet